JABAR, ANGKOT LAGI ANGKOT LAGI…

Membaca berita bahwa transportasi online tidak dibolehkan di Jabar, saya entah mau sedih entah geli..

Sedih, karena ternyata ada yang tidak siap dengan perubahan zaman. Geli, karena meski zaman sudah berubah ada juga yang tidak bisa siap.

Jabar adalah provinsi yang paling dekat dengan DKI Jakarta, ibukota negara sekaligus kota metropolitan dengan segenap teknologinya. Jika ada perkembangan baru di bidang teknologi, bisa di pastikan Jakarta dululah kota yang menyerapnya.

Nah biasanya yang cepat menyerap apa-apa dari Jakarta ya Jabar.

Coba aja liat anak-anak gaulnya, dengan logat sunda yang medok mereka terbiasa ber lu gua. Belum lagi model pakaian yang “sinetron style” dan pergaulan bebas yang kadang lebih gila.

Jadi ya antara sedih dan geli melihat Jabar ternyata tidak mampu bersiap ketika teknologi dengan deras masuk ke kehidupan masyarakat, terutama pada transportasi online.

Saya pernah cerita di Cikarang Bekasi saya sampai sembunyi2 ketika mau naik gojek. Sedangkan ojek pangkalannya mukanya cemberut terus seakan ingin menguras dompet kita dengan harga jarak pendeknya.

Belum lagi angkot yang ngetemnya – naudzubillah – lamanya sampai berasa kayak pindang dalam kaleng. Sudah mepet, muter entah kemana. Dan banyaknya itu yang gak nahan, seperti setiap sudut kota ada angkotnya. Macet dan berpeluh.

Taksinya banyak yang gak mau pake argo. Asal njeplak aja harganya, mau ayo gak mau ya udah. Ah pokoknya pusing dah.

Masyarakat Jabar terutama yang diperkotaan sempat terhibur karena ada transportasi online. Bukan saja sebagai transportasi antar jemput, tapi juga bisa mengantar makanan dan barang. Perputaran ekonomi pun cepat antara penjual dan pembeli, sehingga merata.

Mendadak semua dihentikan, seperti mesin waktu yang kehabisan bahan bakar. Ada yang tidak suka perkembangan transportasi online, terutama dari pihak organda yang selama ini memonopoli ekonomi lapangan.

Sedih dan geli melihat Pemprov Jabar yang ternyata kalah wibawa. Lebih baik mengorbankan masyarakat, daripada harus berseteru dengan organda. Baru diancam mogok, sudah kelimpungan. Pemerintah yang hidup dibawah tekanan.

Mendinglah kalau satu kota saja yang melarang, ini satu provinsi mak. Mungkin ada yang berbisik, “Kalau online gak disetop, suara kami di Pilkada 2018 tidak akan kami berikan..” Wah kalau masalah suara, ini masalah hidup mati anak bini dan dua istri muda lagi.

Kasian Jabar, kembali mundur ke belakang. Kembali berpanas2 dan berlama2 menunggu angkot dan berantem dengan ojek lapangan. Sedangkan kualitas transportasi tetap begitu2 saja, bau dan banyak yang sudah tidak lain jalan.

Sedangkan nun dekat di sekitarnya, daerah2 lain memamerkan kecanggihan teknologinya, Jabar harus gigit jari sambil merasa iri hati karena harus “naik angkot lagi naik angkot lagi. Kapan majunyaaaa ?”

Yah, seperti kata Gubernur dan Wagub Jabar, pasrah dan serahkan saja semua kepada Tuhan. Mungkin ini ujian. Bedoa saja yang banyak, siapa tau Tuhan kasian…

Gimana warga Jabar ? Penak jamanku toh ??

Seruput dulu ahhhhhh… sambil nunggu pesanan go food datang.. Nyam nyam nyammm…

http://www.dennysiregar.com – at Rumah Pacet

View on Path

Advertisements

Arti Nama Tempat (Kampung) Di Yogyakarta

Sebagai orang yang lahir dan besar di Yogyakarta saya mau cerita sedikit tentang kekhasan Yogyakarta, bukan tentang Penetapan Gubernurnya yang dilakukan tanpa Pemilihan oleh rakyat tapi tentang nama-nama tempat di Yogyakarta yang khas (orang sekarang bilang nJogjani).

Saya mulai dari nama kampung yang bernama Suryodiningratan, letaknya persis di sebelah selatan Benteng Keraton bagian selatan, hanya berjarak beberapa ratus meter, berbatasan dengan kampung Pugeran. Nama Suryodiningratan berasal dari nama seorang kerabat keraton yang tinggal di daerah situ yaitu Pangeran Suryodiningrat. Sebagai penghormatan kepada beliau, maka masyarakat setempat menamakan kampung ini dengan nama Suryodiningratan. Nama kampung tersebut berasal dari nama Suryodiningrat diberi akhiran, “an.”yang berarti tempat. Hampir semua nama kampung di Yogyakarta berakhiran dengan suku kata, “an.” Sampai sekarang nama Suryodiningratan tersebut juga diabadikan menjadi nama jalan utama yang melintas diwilayah tersebut dan secara administratif formal dijadikan sebagai nama kelurahan.

Masih ada banyak kampung lagi yang masing-masing nama memiliki cerita yang berbeda dibalik namanya. Menamai kampung berdasarkan nama kerabat keraton yang tinggal di Yogja seperti yang saya ceritakan di atas hanyalah satu dari beberapa latar belakang penamaan suatu kampung.

Kalau di Kota Yogyakarta ini, khususnya di daerah dalam benteng (jeron beteng) dan sekitar benteng istana/Kraton Ngayogyakarto, setahu saya ada tiga dasar penentuan nama kampung.

Yang pertama, kampung tersebut dinamai berdasarkan nama kerabat istana atau pangeran yang juga tinggal di sekitar situ. Seperti yang barusan saya ceritakan tentang kampung Suryodiningratan. Lebih jelas begini, sudah merupakan suatu kelaziman kalau para pangeran atau kerabat raja yang lain di beri tanah diluar benteng keraton untuk ditinggali. Masing-masing dari mereka mendirikan semacam tempat tinggal (small palace) sendiri. Nah biasanya kemudian masyarakat atau rakyat jelata meminta izin untuk dapat tinggal di sekitar small palace itu. Biasanya juga sang pangeran itu mengijinkan dan mulai dari situlah tumbuh pemukiman warga yang terus dan terus berkembang sampai terbangun suatu komunitas masyarakat yang memiliki batas-batas wilayah. Nah, bermula dari situ kemudian mereka menamai kampung tempat mereka tinggal dengan nama Pangeran yang terkait, sebagai wujud penghormatan dan terimakasih kepda kerabat istana tersebut.

Contoh, daerah Pugeran, dulu merupakan tempat tinggal Pangeran Puger. Suryatmajan tempat tinggal Pangeran Suryaatmojo. Tejokusuman merupakan wilayahnya Pangeran Tejakusumo dan lain sebagainya….Masih ada lagi misalnya Pujokusuman, Suryodiningratan, Suryowijayan, Mangkubumen, Ngadikusuman, Panembahan dst.
FYI : Small Palace tersebut sebagian besar masih ada hingga sekarang dan biasanya masyarakat sekitar menyebutnya dengan Ndalem.

Dasar pemberian nama yang kedua adalah dari profesi orang-orang kebanyakan yang tinggal disana. Pada jaman dulu Sultan itu sering menempatkan orang-orang yang berprofesi yang sama di suatu tempat. Misalkan, para pemuka-pemuka agama keraton ditempatkan di sekitar masjid agung Mataram, maka daerah tersebut kita kenal dengan nama Kauman, yang berarti tempatnya para mbah Kaum.

Ada juga kampung Siliran, yang merupakan kampungnya para petugas lampu istana. Mungkin kalau sekarang kompleks pegawai PLN kaliii ya ,…. Kemudian ada kampung Pajeksan (tempat tinggal saya dari lahir hingga selesai kuliah) adalah kampungnya para jaksa. Ada Jagalan kampungnya par a penjagal sapi. Ada kampung Jlagran kampungnya para tukang Batu, memang jlagra dalam bahasa jawa berarti tukang batu. Ada lagi kampung Gamelan, kampung dimana para perawat kuda-kuda Raja tinggal. Kampung Patehan yang ada di Barat plengkung Gading, merupakan wilayahnya para pembuat tehnya istana. Sudah pernah dengar kampung Pesidenan? Di kampung itulah para penyanyi keraton yang bertugas menembang dalam acara-acara istana tinggal.

Itu tadi penemaan kampung berdasarkan nama kelompok-kelompok profesional. Penamaan yang ketiga adalah penamaan yang berdasarkan nama laskar atau prajurit keraton. Di kategori ini ada kampung Jogokaryan tempat Laskar Jogokaryo tinggal. Ada Daengan tempat anggota Laskar Daeng, ada juga Wirabrajan dimana dulu laskar Wirobraja menetap. Selain itu masih ada lagi Kampung Prawirotaman, Ketanggungan, Mantrijeron, dan Surakarsan. Kesemuanya itu merupakan nama kampung yang diambil dari nama –nama Laskar nya keraton yang kalo zaman sekarang mungkin dinamakan kompleks militer. Laskar-laskar itu sampai sekarang masih ada lho…. kalo pengen lihat aksi mereka, coba deh datang ke keraton kalo pas ada kirab.

Setahu saya tiga macam itulah sumber penamaan suatu kampung di Yogyakarta. Ada juga sebenarnya kategorisasi yang lain, yaitu menamakan kampung berdasar daerah asal orang yang tinggal disitu, tapi di Jogja ini setahu saya cuma ada satu, yaitu kampung Menduran, tempat orang-orang Madura tinggal. Sayangnya saya tidak tahu lagi apakah ada kampung dengan pengelompokan seperti ini yang lain.

Masih sangat mungkin ada latar belakang lain dalam pemberian nama suatu daerah, khususnya daerah yang agak jauh dari pusat keraton.

Karena itu, tidak ada salahnya yang punya informasi untuk bagi-bagi ceritanya atau ceritakanlah nama kampung bapak/ibu temans semua untuk menambah wawasan pengetahuan kita

Disadur dari berbagai sumber oleh : Maimun Ridwan Mukaris

Pemerhati Budaya Jawa – at Bakwan Istimewa Sidodadi Malang (NEW)

View on Path

Dasar hukum dan dasar operasional BUMN :
Dibentuknya BUMN didasari oleh ketentuan UUD Pasal 33 khususnya ayat (2) dan (3) yang mengandung maksud bahwa; Cabang-cabang produksi penting bagi Negara yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara. Kemudian bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Ciri BUMN :
1. Melayani kepentingan umum, selain mencari keuntungan;

2. Sebagai stabillisator perekonomian dalam rangka menyejahterakan rakyat;

3. Sebagai sumber pemasukan negara (Pusat /daerah), dll.

Sering ruginya BUMM itu dikarenakan masih adanya intervensi politik baik dari sisi pengisian personal maupun pengelolaan keuangan oleh kekuatan politik. – at Rumah Pacet

View on Path

You can’t change how people feel about you, so don’t try.
JUST LIVE YOUR LIFE AND BE HAPPY! – at Rumah Pacet

View on Path

CATATAN:
Singgular:
Alumnus untuk laki dan
Alumna untuk perempuan.
Plural:
Alumni untuk laki dan
Alumnae untuk perempuan. – at Rumah Pacet

View on Path

“Dan setelah bumi mati, sekitar 5 miliar tahun dari sekarang, setelah bumi terbakar sampai kering, atau bahkan ditelan oleh Matahari, akan ada dunia lain, bintang-bintang dan galaksi-galaksi yang akan ada kemudian – dan mereka semua tidak akan mengetahui sebuah tempat yang pernah disebut Bumi.” – Carl Sagan – at Rumah Pacet

View on Path

I am first a Christian, second an Indonesian and third a Javanese. – at Rumah Pacet

View on Path

Nudie News

The rambling thoughts of an ambling geek/nudist.

yacatchme

The Big Dog DJ JENS aka #BapeBoy Blog !

Egregious Illustrations

My art and illustration.

Art Bacchant

drunk on the arts

Celebrity Oopies

Famous Celebrity Scenes

Truong Giang

"It's not how good you are, it's how good you want to be."

remixkat

allla ballla bellla bllla

Lebeau's le Blog

Home of the "What the Hell Happened?" Series

Erotixx

An eclectic mix of erotica.

pinupmemories

vintage pinups glamour

Her 30's

visit the official site at www.her30s.com

Michael's First Blog on the Net

One of many blogs, this one dates back the farthest

BMG Photos

A few photos I would like to show

Over My Styled Body

A personal style blog, giving fashionistas a daily dose of style one outfit at a time

Bucket List Publications

Indulge- Travel, Adventure, & New Experiences

Sagan's Asia

[私はアーティストだ。このサイトには画像が含まれて性的に18歳未満の人には適していませんではありません。あなたはこれらの材料に悩まされている場合、または不快に感じるために - ので、今、このページを残しておく必要があります]

The Neighborhood

society online's social conscious

%d bloggers like this: